PENDAMPINGAN SKRINING DAN MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT PESISIR

Mallisa Juni Aisyah Hasibuan
Ika Lestari
Dara Putri Rahma Lestari
Putri Yana
Hendra Dwi Kurniawan

Abstract

Penyakit tidak menular merupakan penyebab utama kematian dan terus meningkat di masyarakat, termasuk pada kelompok masyarakat pesisir yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan dan pola hidup berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini dan pemantauan faktor risiko penyakit tidak menular melalui skrining dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan 42 peserta melalui penyuluhan kesehatan, skrining tekanan darah, pemeriksaan gula darah, pengukuran indeks massa tubuh, serta monitoring perilaku kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki faktor risiko, seperti konsumsi makanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, serta kondisi overweight dan hipertensi. Sebanyak 35,7% peserta mengalami hipertensi dan 50,0% mengalami berat badan berlebih dan obesitas. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat dengan rerata nilai dari 56,4 menjadi 78,9 setelah edukasi. Monitoring menunjukkan adanya perubahan perilaku awal, seperti mengurangi konsumsi makanan asin dan meningkatkan aktivitas fisik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan skrining dan monitoring faktor risiko efektif dalam meningkatkan kesadaran, deteksi dini, dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat pesisir.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

How to Cite
PENDAMPINGAN SKRINING DAN MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT PESISIR. (2025). Jurnal Pengabdian Komunitas, 4(01), 17-23. https://mail.jurnalpengabdiankomunitas.com/index.php/pengabmas/article/view/266
Section
Articles

How to Cite

PENDAMPINGAN SKRINING DAN MONITORING FAKTOR RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA MASYARAKAT PESISIR. (2025). Jurnal Pengabdian Komunitas, 4(01), 17-23. https://mail.jurnalpengabdiankomunitas.com/index.php/pengabmas/article/view/266